21 Siswa MTs Sukasari Borong 21 Medali Olimpiade, Deklarasi Anti-Perundungan Digelar

Bagikan artikel:
DigoID, — Sebanyak 21 siswa MTs Sukasari Kertasari, Kabupaten Bandung, meraih medali dalam Olimpiade Sains tingkat provinsi dan nasional. Prestasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam penutupan Excellent Day 2026 yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, HUT ke-81 RI, serta deklarasi anti-perundungan.
Dari 21 siswa yang menerima sertifikat penghargaan, sebanyak 13 siswa meraih medali emas, lima perak, dan tiga perunggu. Mereka berprestasi dalam sejumlah bidang, antara lain IPA, Matematika, IPS, PKN, Bahasa Indonesia, dan Fiqih.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus MTs Sukasari sejak pukul 08.00 WIB itu dihadiri ratusan siswa, guru, serta tamu undangan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi turut hadir dalam acara tersebut.
Ramlan menilai rangkaian kegiatan yang digelar MTs Sukasari tidak sekadar menjadi agenda perayaan. Menurut dia, kombinasi kegiatan keagamaan, kebangsaan, prestasi akademik, dan kampanye anti-perundungan memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter siswa.
"Saya bangga dengan MTs Sukasari. Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi pendidikan karakter. Ada Maulid untuk akhlak, HUT RI untuk cinta tanah air, Olimpiade untuk prestasi, dan Deklarasi Anti Bullying untuk menciptakan madrasah yang aman. Ini contoh Madrasah Hebat Bermartabat," ujar Ramlan.
Ia menilai prestasi siswa perlu berjalan beriringan dengan pembentukan lingkungan pendidikan yang aman. Sebab, capaian akademik tidak cukup jika siswa masih menghadapi persoalan perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala MTs Sukasari Ahmad Fathoni mengatakan Excellent Day merupakan program tahunan yang dirancang untuk menggali kemampuan siswa di berbagai bidang.
"Selama satu minggu siswa kami berlomba. Puncaknya hari ini kita tutup sekaligus kita beri penghargaan. Target kami melahirkan generasi yang unggul prestasi dan mulia akhlaknya," kata Ahmad.
Menurut dia, capaian 21 medali menjadi bukti bahwa siswa dari wilayah Kertasari mampu bersaing dalam kompetisi akademik di tingkat yang lebih tinggi.
Namun, Ahmad mengingatkan para siswa agar tidak berhenti pada capaian yang sudah diraih.
"Ini bukti anak-anak Kertasari mampu bersaing. Jangan cepat puas. Jadikan ini motivasi untuk ke tingkat provinsi dan nasional," ujarnya kepada para siswa peraih penghargaan.
Selain prestasi, persoalan perundungan menjadi perhatian dalam rangkaian penutupan Excellent Day 2026. Seluruh warga MTs Sukasari mengikuti pembacaan Deklarasi Anti Perundungan yang dipimpin perwakilan siswa dari setiap kelas.
Dalam deklarasi tersebut, para siswa menyatakan komitmen untuk tidak melakukan bullying, tidak memilih diam ketika melihat perundungan, serta berani melaporkan tindakan tersebut.
Pesan itu kemudian ditegaskan secara bersama-sama oleh para siswa.
"MTs Sukasari adalah rumah kedua. Harus aman dan nyaman. Tidak ada tempat untuk perundungan di sini," seru para siswa.
Deklarasi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena perundungan tidak hanya berdampak pada hubungan antarsiswa, tetapi juga dapat mengganggu rasa aman dan proses belajar di lingkungan madrasah.
Rangkaian kegiatan juga diisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ceramah agama disampaikan Ustaz Dede Sumarsah, M.Pd., yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bandung.
Penutupan Excellent Day 2026 sekaligus menjadi momentum bagi MTs Sukasari untuk mempertemukan tiga hal yang menjadi perhatian utama madrasah: prestasi siswa, pembentukan karakter, dan terciptanya lingkungan belajar yang aman.
Pihak madrasah berharap capaian para siswa dan deklarasi anti-perundungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu hari. Prestasi 21 siswa diharapkan menjadi pemicu bagi siswa lain untuk meningkatkan kemampuan, sementara komitmen anti-perundungan menjadi bagian dari budaya sehari-hari di lingkungan MTs Sukasari.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






