Ribuan Botol Miras Ilegal Disita, Pemkot Bandung Sikat Toko Nakal dan Lokasi Rawan

Bagikan artikel:
DigoID, - Pemerintah Kota Bandung menyita sekitar 4.000 botol minuman keras (miras) ilegal dalam operasi penertiban yang digelar sejak Kamis (11/6/2026) malam. Sejumlah toko miras ilegal ditutup, sementara lokasi-lokasi yang dianggap rawan gangguan ketertiban turut disisir aparat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, operasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kota sekaligus menekan berbagai aktivitas yang melanggar aturan.
"Dari semalam sampai sekarang, kita sudah menutup beberapa toko miras ilegal. Sudah ada sekitar 4.000 botol yang diamankan," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2026).
Penertiban dilakukan tidak hanya berdasarkan agenda rutin pemerintah, tetapi juga menindaklanjuti laporan dari warga. Pemkot kini mengedepankan langkah pencegahan agar potensi pelanggaran bisa dihentikan sebelum meluas.
"Kita tidak mau menunggu sampai ramai dulu baru bertindak. Sekarang kita langsung datangi lokasi-lokasi yang berpotensi," ujarnya.
Menurut Farhan, titik-titik yang menjadi sasaran operasi merupakan lokasi yang berisiko memunculkan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum. Mulai dari peredaran miras ilegal hingga praktik prostitusi terselubung.
Temuan ribuan botol miras ilegal menunjukkan bahwa peredaran minuman tanpa izin masih menjadi persoalan serius di Kota Bandung. Selain melanggar aturan, keberadaan miras ilegal kerap dikaitkan dengan berbagai persoalan sosial dan tindak kriminal.
Karena itu, Pemkot Bandung memastikan tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran serupa. Penindakan disebut akan dilakukan secara konsisten untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.
Farhan juga meminta warga ikut terlibat menjaga situasi tetap kondusif dengan berani melaporkan aktivitas yang dianggap mencurigakan.
"Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan. Ini tanggung jawab kita bersama," katanya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap peredaran miras ilegal akan terus diperkuat. Langkah preventif dinilai penting agar dampak sosial yang ditimbulkan bisa diminimalkan sejak awal.
Operasi penertiban tersebut diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat dengan menyasar titik-titik lain yang dinilai rawan pelanggaran.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya





