digoNEWS

Polda Metro Jaya Kerahkan 6.088 Personel Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026 pukul 19.29 WIB
19 views
Polda Metro Jaya Kerahkan 6.088 Personel Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Bagikan artikel:

DigoID, - Polda Metro Jaya mengerahkan 6.088 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan aksi unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa di beberapa titik Jakarta, Jumat (12/6/2026). Pengamanan dipusatkan di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Patung Kuda, Bundaran HI, Cikini Raya, hingga sejumlah ruas jalan yang diperkirakan terdampak aktivitas massa.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas. Ia menegaskan mahasiswa yang turun ke jalan bukan pihak yang harus dihadapi secara represif.

"Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya," kata Asep saat apel kesiapan pengamanan.

Asep juga mengingatkan seluruh anggota untuk bertindak sesuai prosedur dan berada dalam satu komando. Personel dilarang mengambil inisiatif sendiri yang berpotensi memicu eskalasi di lapangan.

"Seluruh tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, terukur, dan sesuai prosedur," ujarnya.

Kapolda memastikan tidak ada personel yang dibekali atau menggunakan senjata api dalam pengamanan aksi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan ribuan personel tersebut terdiri atas 500 anggota TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel dari Polres Metro Jakarta Besar.

Menurut Budi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara. Karena itu, aparat hadir untuk memastikan demonstrasi berlangsung aman tanpa mengganggu kepentingan masyarakat lain.

"Kami mengimbau dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik, tertib, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat lainnya yang beraktivitas," kata Budi.

Polda Metro Jaya juga mengingatkan peserta aksi agar mewaspadai kemungkinan adanya pihak lain yang mencoba memanfaatkan demonstrasi untuk memicu kericuhan. Satgas Penegakan Hukum disebut telah mengidentifikasi indikasi adanya kelompok tertentu yang berpotensi mendompleng aksi mahasiswa.

"Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini," ujarnya.

Terkait rencana aksi di Bundaran HI, Budi menyebut kawasan tersebut tidak diperuntukkan sebagai lokasi penyampaian aspirasi karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Polda Metro Jaya telah berkoordinasi agar massa diarahkan ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI.

Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menempatkan personel di sejumlah titik strategis, mulai dari Bundaran HI, Patung Kuda, Cikini, DPR/MPR RI hingga Semanggi. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan di lapangan. Apabila diperlukan rekayasa lalu lintas, maka akan diterapkan secara situasional," tutur Budi.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi aksi diimbau memantau informasi terkini melalui kanal resmi Polda Metro Jaya dan Ditlantas Polda Metro Jaya guna mengantisipasi perubahan arus lalu lintas.

Polda berharap pengamanan aksi mahasiswa dapat berlangsung kondusif tanpa mengurangi hak peserta untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami berharap kegiatan pelayanan dan pengamanan penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali," kata Budi.