digoNEWS

Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo: Dari Perwira Artileri, Kasdam Siliwangi, hingga Nahkoda PT Migas Hulu Jabar ONWJ

Minggu, 7 Juni 2026 pukul 15.58 WIB
48 views
Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo: Dari Perwira Artileri, Kasdam Siliwangi, hingga Nahkoda PT Migas Hulu Jabar ONWJ

Bagikan artikel:

DigoiD, - Mayjen TNI (Purn.) Dwi Jati Utomo merupakan salah satu purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang di bidang kepemimpinan, teritorial, pendidikan militer, dan manajemen organisasi. Pada Juni 2026, ia mendapat amanah baru sebagai Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ, perusahaan energi yang berada dalam lingkup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat.

Lahir di Purwakarta, Lulus Akmil 1987

Dwi Jati Utomo lahir di Purwakarta, Jawa Barat, pada 8 Mei 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987 dari kecabangan Artileri Medan. Sejak awal kariernya, ia mengabdi di satuan Yonarmed Kostrad dan menempati berbagai posisi perwira lapangan.

Karier militernya dimulai sebagai perwira muda di Yonarmed 8 Kostrad. Dalam periode tersebut ia bertugas sebagai komandan peleton dan perwira operasional di berbagai satuan artileri medan. Pengalaman lapangan yang panjang membentuk fondasi kepemimpinannya sebelum memasuki jenjang komando yang lebih tinggi.

Meniti Karier dari Komandan Batalyon hingga Dandim Bandung

Saat berpangkat Mayor, Dwi Jati dipercaya menjadi Wakil Komandan Batalyon Armed dan kemudian menjabat Komandan Batalyon Armed 5/105 Kodam III/Siliwangi. Jabatan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam kariernya di lingkungan Siliwangi.

Ketika menyandang pangkat Letnan Kolonel, ia dipercaya menjadi Komandan Kodim (Dandim) 0618/Bandung. Posisi ini menempatkannya sebagai salah satu perwira teritorial yang berperan dalam pembinaan wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. Setelah itu, ia menjabat Waaster Kasdam III/Siliwangi yang membidangi pembinaan teritorial dan perencanaan.

Bertugas di Sesko TNI dan Wantannas

Memasuki jenjang Kolonel, Dwi Jati Utomo memperoleh sejumlah penugasan strategis di tingkat nasional. Ia pernah menjadi tenaga pengajar dan pejabat di lingkungan Sesko TNI, bertugas di Sekretariat Jenderal Wantannas, serta menempati jabatan penting di Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI AD.

Pengalaman tersebut memperluas kiprahnya dari level komando lapangan menuju perencanaan strategis, pendidikan militer, dan kebijakan pertahanan.

Pecah Bintang dan Menjadi Kasdam Siliwangi

Karier Dwi Jati terus menanjak ketika dipercaya menjadi Komandan Pussenarmed. Jabatan tersebut mengantarkannya meraih pangkat Brigadir Jenderal. Setelah itu, pada 2019 ia resmi menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, salah satu posisi paling strategis di lingkungan Kodam Jawa Barat dan Banten.

Sebagai putra daerah Purwakarta yang lama berdinas di wilayah Siliwangi, Dwi dikenal memahami karakter sosial, budaya, dan geografis Jawa Barat. Pengalaman itulah yang kemudian membuat namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat maupun tokoh daerah.

Mayor Jenderal dan Staf Ahli KSAD

Karier Dwi Jati Utomo mencapai puncak ketika dipercaya memimpin Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI AD. Ia pertama kali menjabat Komandan Pussenarmed dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Setelah sempat menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) III/Siliwangi, Dwi Jati kembali dipercaya memimpin Pussenarmed untuk kedua kalinya.

Pada periode kedua tersebut, jabatan Danpussenarmed telah mengalami validasi organisasi yang meningkatkan status jabatan dari bintang satu (Brigjen) menjadi bintang dua (Mayjen). Seiring perubahan struktur organisasi itu, Dwi Jati Utomo menyandang pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI saat kembali memimpin korps Artileri Medan. Validasi organisasi Pussenarmed pada 2020 menjadikan jabatan Danpussenarmed setara dengan perwira tinggi bintang dua di lingkungan TNI AD.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Pussenarmed, ia kemudian mengemban jabatan Perwira Staf Ahli Tingkat III KSAD Bidang Politik dan Keamanan Nasional sebelum memasuki masa purnatugas.

Menjembatani TNI dan Industri Energi

Menjelang purnatugas, Dwi Jati Utomo mendapat penugasan sebagai Liaison Officer (LO) TNI dengan PT Pertamina. Jabatan tersebut membuatnya memiliki pengalaman berinteraksi langsung dengan sektor energi nasional dan perusahaan strategis negara.

Selama menjalankan tugas tersebut, Dwi Jati Utomo aktif melakukan pemantauan dan koordinasi keamanan di sejumlah fasilitas energi strategis. Di antaranya proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jawa Timur, serta Integrated Fuel Terminal Makassar yang menjadi salah satu tulang punggung distribusi energi di kawasan timur Indonesia.

Pengalaman itu menjadi salah satu modal penting yang dinilai relevan ketika memasuki dunia korporasi, khususnya sektor minyak dan gas.

Ketua Tim Pemenangan Dedi Mulyadi-Erwan

Setelah pensiun dari dinas militer, Dwi Jati Utomo kembali menjadi sorotan publik saat dipercaya sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dalam Pilgub Jawa Barat 2024. Penunjukan tersebut didasarkan pada pengalaman, jaringan luas, dan pemahamannya terhadap wilayah Jawa Barat.

Keberhasilannya memimpin konsolidasi tim pemenangan turut memperkuat eksistensinya di ruang publik Jawa Barat.

Menjadi Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ

Pada Juni 2026, Dwi Jati Utomo mendapat amanah baru sebagai Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ. Informasi tersebut pertama kali diketahui melalui unggahan resmi Biro BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Provinsi Jawa Barat yang menyampaikan ucapan selamat atas penugasan tersebut.

Penunjukan ini menandai babak baru perjalanan karier Dwi Jati Utomo, dari dunia militer dan politik elektoral menuju kepemimpinan korporasi sektor energi. Dengan pengalaman hampir empat dekade memimpin organisasi besar, memahami Jawa Barat, serta pernah bersentuhan dengan industri energi nasional, ia kini mengemban tanggung jawab membawa PT Migas Hulu Jabar ONWJ menghadapi tantangan bisnis migas dan memperkuat kontribusinya bagi pembangunan daerah.