350 Mahasiswa Unhas Disiapkan Jadi Agen Perubahan Iklim Saat KKN

Bagikan artikel:
DigoID, – Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim mendapat pembekalan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi dampak perubahan iklim di tingkat masyarakat.
Pembekalan berlangsung dalam forum Cengkrama Iklim yang digelar menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibekali pengetahuan, pengalaman lapangan, hingga strategi menjalankan aksi iklim saat terjun ke desa dan komunitas.
Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim KLH/BPLH, Irawan Asaad, menilai generasi muda memiliki posisi strategis untuk mempercepat aksi iklim di tingkat lokal.
"Kami menaruh harapan besar di pundak generasi muda, khususnya 350 Hasanuddin Muda calon peserta KKN ini, agar mampu menyerap ilmu praktis dari para pakar dan langsung menerapkannya dalam aksi nyata di lapangan," kata Irawan.
Menurutnya, upaya menghadapi perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten bersama masyarakat justru sering menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan.
Pesan serupa disampaikan penggerak Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari Sulawesi Selatan, Muhammad Ikhwan. Ia menekankan pentingnya memahami kebutuhan warga dan membangun kepercayaan masyarakat sebelum menjalankan program lingkungan.
"Kalau tidak berani sampai finish, jangan pernah mulai di start. Konsistensi kecil jauh lebih berdampak daripada program besar yang tidak berkelanjutan," ujar Ikhwan di hadapan peserta.
Selain isu perubahan iklim, mahasiswa juga diajak melihat persoalan sampah sebagai tantangan sekaligus peluang ekonomi. Founder Forum Komunitas Hijau, Ahmad Yusran, mengatakan pengelolaan sampah yang tepat dapat membuka lapangan kerja hijau dan mendukung ekonomi sirkular.
Ia mendorong mahasiswa mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana seperti memilah sampah dari sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga mengembangkan inovasi pengolahan limbah berbasis komunitas.
Langkah tersebut dinilai tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan kembali material yang selama ini dianggap limbah.
KLH/BPLH berharap para peserta KKN tematik mampu menjadi penggerak perubahan di daerah masing-masing. Mulai dari desa, kawasan pesisir, hingga perkotaan, aksi-aksi kecil yang dilakukan secara kolektif diyakini dapat memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya





