digoNEWS

Iran Hujani Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Ketegangan Teluk Kian Memanas

Minggu, 7 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
35 views
Iran Hujani Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Ketegangan Teluk Kian Memanas

Bagikan artikel:

DiogoID, - Iran kembali melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk pada Sabtu (6/6/2026). Kali ini, sasaran serangan berada di Kuwait dan Bahrain, dua negara yang menjadi lokasi fasilitas militer penting bagi Washington.

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi Iran menembakkan sejumlah rudal balistik dan drone ke arah kawasan tersebut. Militer AS mengaku berhasil mencegat sebagian proyektil yang mengarah ke Selat Hormuz dan sejumlah negara Teluk.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah AS menembak jatuh empat drone Iran yang dinilai mengancam jalur pelayaran internasional di kawasan.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi di platform X, Centcom menyebut pasukan AS dan sekutunya mengambil langkah pertahanan untuk menghadapi ancaman yang datang dari Iran.

Di pihak lain, Teheran menyatakan serangan tersebut merupakan aksi balasan terhadap operasi militer AS sebelumnya di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.

"Menyusul invasi teroris tentara AS yang membunuh anak-anak di Sirik dan Pulau Qeshm, pangkalan-pangkalan musuh di wilayah tersebut dihantam oleh rudal udara," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dikutip stasiun televisi pemerintah IRIB.

Serangan terbaru ini langsung memicu respons sistem pertahanan udara di sejumlah negara Teluk.

Pemerintah Kuwait melaporkan sistem pertahanan mereka aktif mencegat rudal dan drone yang memasuki wilayah udara negara tersebut. Ledakan akibat proses intersepsi terdengar di beberapa lokasi dan memicu kepanikan warga.

"Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait mengonfirmasi bahwa setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara mencegat serangan musuh," tulis militer Kuwait melalui akun resminya di X.

Ketegangan di Kuwait semakin tinggi karena serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah insiden di Bandara Internasional Kuwait yang menewaskan satu orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.

Situasi serupa terjadi di Bahrain. Sirene peringatan serangan udara meraung di berbagai wilayah pada Sabtu dini hari. Otoritas setempat segera mengeluarkan imbauan darurat kepada warga untuk mencari tempat perlindungan.

"Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain melalui akun resminya di X.

Hingga Sabtu malam, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat serangan rudal terbaru tersebut. Namun, rangkaian aksi saling serang antara Iran dan AS dalam beberapa hari terakhir meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk.

Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia, kini kembali berada dalam sorotan. Gangguan keamanan di wilayah ini berpotensi memengaruhi distribusi minyak global dan memperbesar risiko instabilitas di Timur Tengah.