digoNEWS

Kenapa Indonesia Gampang Banget Kena Bencana? Bukan Cuma Soal Gempa

Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 10.27 WIB
17 views
Kenapa Indonesia Gampang Banget Kena Bencana? Bukan Cuma Soal Gempa

Bagikan artikel:

DIGO.ID – Indonesia baru saja kembali diingatkan bahwa hidup di negeri kepulauan dengan kondisi geografis yang kompleks punya konsekuensi besar.

Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 200 orang. Gempa tersebut juga memicu longsor, memutus akses jalan, merusak ratusan rumah, dan membuat ribuan warga mengungsi.

Tapi ada satu hal yang sering terlupakan:

Indonesia bukan cuma negara yang rawan gempa.

Indonesia Memang Tinggal di Wilayah Rawan Bencana

Secara geografis, Indonesia berada di kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi. Pertemuan lempeng tektonik membuat sejumlah wilayah Indonesia memiliki risiko gempa dan tsunami.

Itu sebabnya gempa dan letusan gunung api bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dihindari.

Tetapi faktor alam bukan satu-satunya alasan Indonesia sering menghadapi bencana.

Justru Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Longsor yang Mendominasi

Data BNPB menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat 4.727 kejadian bencana di Indonesia.

Yang menarik, 99,26% merupakan bencana hidrometeorologi, sementara bencana geologi seperti gempa bumi dan erupsi hanya menyumbang 0,74%.

Artinya, ketika bicara soal “Indonesia sering kena bencana”, masalahnya jauh lebih besar daripada sekadar gempa.

Banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, hingga kekeringan justru menjadi kejadian yang jauh lebih sering muncul.

Pada Juni 2026 saja, lebih dari 90% kejadian bencana yang dicatat BNPB didominasi bencana hidrometeorologi.

Lalu, Kenapa Bencana Bisa Jadi Parah?

Karena bahaya alam dan kerentanan manusia adalah dua hal yang berbeda.

Gempa memang tidak bisa dihentikan.

Hujan ekstrem juga tidak bisa diperintah untuk berhenti.

Tetapi dampaknya bisa dipengaruhi oleh banyak hal: kualitas bangunan, tata ruang, kondisi lingkungan, sistem drainase, kepadatan penduduk, akses evakuasi, hingga kesiapan masyarakat dan pemerintah.

Dengan kata lain:

Bencananya mungkin alami. Besarnya dampak tidak selalu alami.

Perubahan Iklim Bikin Masalah Makin Kompleks

Perubahan iklim juga membuat risiko bencana hidrometeorologi semakin penting untuk diperhatikan.

BNPB mencatat karakteristik Indonesia yang memang sudah memiliki risiko bencana tinggi kini berhadapan dengan pengaruh perubahan iklim. Jika tidak diantisipasi dengan baik, dampaknya dapat memperbesar kerugian dan kerusakan di masa depan.

Karena itu, ancamannya bukan cuma soal “kapan gempa berikutnya terjadi”.

Tetapi juga:

Apakah kota kita siap menghadapi hujan ekstrem?

Apakah kawasan permukiman aman dari longsor?

Apakah cadangan air cukup ketika kemarau panjang datang?

Jadi, Indonesia Harus Takut Bencana?

Bukan takut.

Yang dibutuhkan adalah lebih siap.

Pembangunan tidak cukup hanya membuat jalan, gedung, dan perumahan.

Semua harus dibangun dengan mempertimbangkan risiko bencana sejak awal.

Karena tinggal di Indonesia berarti hidup berdampingan dengan alam yang luar biasa aktif.

Dan pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah bencana akan datang?”

Tapi:

“Ketika bencana datang, seberapa siap kita?”

Indonesia Bukan Takdir Bencana

Indonesia memang tidak bisa mengubah posisi geografisnya.

Kita tidak bisa memindahkan kepulauan ini dari jalur lempeng tektonik.

Tetapi kita bisa mengurangi jumlah korban, memperkuat bangunan, memperbaiki tata ruang, menjaga lingkungan, memperkuat sistem peringatan dini, dan membuat masyarakat lebih siap menghadapi keadaan darurat.

Karena bencana mungkin tidak bisa dicegah sepenuhnya. Tapi dampaknya bisa diperkecil.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Reuters.