digoNEWS

Kapan Hari Ayah Diperingati? Simak Asal-Usul dan Sejarahnya

Minggu, 21 Juni 2026 pukul 15.27 WIB
45 views
Kapan Hari Ayah Diperingati? Simak Asal-Usul dan Sejarahnya

Bagikan artikel:

DigoID, - Hari Ayah Sedunia kembali diperingati pada Minggu ketiga bulan Juni. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada 21 Juni dan dirayakan di lebih dari 75 negara sebagai bentuk penghormatan terhadap peran ayah dalam keluarga.

Tak banyak yang tahu, peringatan ini lahir dari kisah seorang anak yang tumbuh besar bersama ayah tunggalnya.

Hari Ayah Sedunia bermula di Spokane, Washington, Amerika Serikat, pada 1910. Gagasan itu dicetuskan oleh Sonora Smart Dodd, seorang perempuan yang dibesarkan oleh ayahnya, William Jackson Smart, veteran Perang Saudara Amerika yang mengasuh enam anak seorang diri setelah istrinya meninggal dunia.

Terinspirasi oleh perayaan Hari Ibu yang lebih dulu dikenal luas, Sonora mengusulkan agar para ayah juga mendapat hari khusus sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan dan tanggung jawab mereka dalam keluarga.

Awalnya, ia mengusulkan peringatan tersebut digelar setiap 5 Juni, bertepatan dengan hari ulang tahun ayahnya. Namun, gereja setempat meminta penundaan hingga Minggu ketiga bulan Juni.

Usulan itu kemudian diwujudkan dalam perayaan pertama Hari Ayah pada 19 Juni 1910. Puluhan tahun kemudian, tepatnya pada 1972, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menetapkan Hari Ayah sebagai peringatan nasional melalui undang-undang.

Sejak saat itu, tradisi tersebut menyebar ke berbagai negara dan kini diperingati setiap tahun di lebih dari 75 negara di dunia.

Sementara itu, Indonesia memiliki tanggal peringatan yang berbeda. Hari Ayah Nasional diperingati setiap 12 November.

Peringatan ini pertama kali dicetuskan pada 12 November 2006 di Solo, Jawa Tengah, oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP).

Ide tersebut muncul dari sebuah kegiatan sayembara menulis surat untuk ibu. Dalam acara itu, sejumlah peserta mempertanyakan mengapa belum ada hari khusus untuk memberikan penghargaan kepada ayah, sebagaimana Hari Ibu yang sudah lama diperingati.

Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan yang mendorong lahirnya Hari Ayah Nasional. Tanggal 12 November akhirnya dipilih sebagai momen untuk mengingat peran ayah dalam kehidupan keluarga dan pendidikan anak.

Meski memiliki tanggal berbeda, baik Hari Ayah Sedunia maupun Hari Ayah Nasional membawa pesan yang sama: mengapresiasi sosok ayah yang sering kali bekerja di balik layar, menjadi penopang keluarga, sekaligus figur penting dalam tumbuh kembang anak.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan kehidupan modern, peran ayah tak lagi hanya identik sebagai pencari nafkah. Banyak ayah kini terlibat langsung dalam pengasuhan, pendidikan, hingga kesehatan mental anak-anak mereka.

Karena itu, Hari Ayah bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan pengingat bahwa kontribusi seorang ayah dalam keluarga memiliki dampak besar yang sering kali tidak terlihat, tetapi dirasakan sepanjang hidup.