digoNEWS

Istana Jelaskan Posisi Duduk Gibran yang Terpisah dari Prabowo Saat Sidang Kabinet, Ternyata karena Ini

Rabu, 22 Juli 2026 pukul 06.58 WIB
44 views
Istana Jelaskan Posisi Duduk Gibran yang Terpisah dari Prabowo Saat Sidang Kabinet, Ternyata karena Ini

Bagikan artikel:

DigoID, - Tata letak kursi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara memicu perbincangan publik. Berbeda dari sidang-sidang sebelumnya, Gibran tidak duduk sejajar di samping Presiden, melainkan berada di deretan para menteri.

Menanggapi polemik tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan perubahan posisi duduk itu semata-mata disebabkan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang, bukan karena dinamika politik di internal pemerintahan.

"Posisi Wakil Presiden hanya menyesuaikan kebutuhan teknis sidang. Tidak ada hal lain yang perlu dikhawatirkan," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Prasetyo menjelaskan, Sidang Kabinet Paripurna semester pertama 2026 dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas sekaligus memberikan arahan percepatan target pada semester kedua.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan paparan mengenai capaian pemerintahan selama sekitar 21 bulan. Karena materi yang dipaparkan memuat banyak data dan angka, Prabowo menggunakan teleprompter sebagai alat bantu presentasi.

Menurut Prasetyo, penggunaan teleprompter membuat tata letak meja Presiden harus ditempatkan di tengah ruangan agar lebih efektif saat menyampaikan materi kepada seluruh peserta sidang.

Ia pun membantah anggapan bahwa perubahan posisi duduk mencerminkan adanya subordinasi Wakil Presiden dalam pemerintahan.

"Tidak ada. Kami sedang kompak menjalankan seluruh program prioritas pemerintah untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Prasetyo meminta publik lebih memperhatikan substansi arahan Presiden dibanding memperdebatkan susunan tempat duduk dalam sidang kabinet. Menurutnya, fokus utama pertemuan itu adalah evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih sekaligus percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah pada paruh kedua 2026.