digoLIFE

Gen Z Ramai Pilih Prodi Teknologi dan Bisnis Digital, Fleksibilitas Kerja Jadi Daya Tarik

Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 10.16 WIB
45 views
Gen Z Ramai Pilih Prodi Teknologi dan Bisnis Digital, Fleksibilitas Kerja Jadi Daya Tarik

Bagikan artikel:

DigoID, - Program studi di bidang teknologi, komunikasi digital, dan bisnis kreatif menjadi pilihan utama Generasi Z saat menentukan jurusan kuliah. Pergeseran minat ini dipicu perkembangan ekonomi digital yang membuka peluang kerja luas dengan sistem kerja fleksibel dan prospek penghasilan yang kompetitif.

Sejumlah program studi yang paling banyak diminati Gen Z meliputi Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Artificial Intelligence (AI), Sains Data, Bisnis Digital, E-Commerce, Desain Komunikasi Visual (DKV), Ilmu Komunikasi, Manajemen Media Sosial, hingga Psikologi.

Dominasi program studi berbasis teknologi tidak lepas dari tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga kerja digital. Lulusan bidang tersebut dibutuhkan untuk mengisi posisi seperti software engineer, AI specialist, cybersecurity, hingga data analyst yang saat ini menjadi profesi dengan permintaan tinggi.

Di sisi lain, program studi Bisnis Digital dan E-Commerce juga mengalami peningkatan minat. Banyak calon mahasiswa menilai jurusan tersebut relevan dengan perkembangan startup, pemasaran digital, serta peluang membangun usaha berbasis platform digital tanpa harus bergantung pada model bisnis konvensional.

Pada sektor industri kreatif, DKV serta Ilmu Komunikasi menjadi pilihan favorit karena membuka peluang karier sebagai UI/UX designer, motion designer, ilustrator digital, content creator, social media specialist, hingga praktisi hubungan masyarakat di ranah digital. Karier tersebut dinilai lebih fleksibel karena dapat dijalankan secara freelance maupun bekerja dari lokasi mana pun.

Sementara itu, Psikologi tetap menjadi salah satu jurusan yang banyak diminati. Tingginya kesadaran Gen Z terhadap isu kesehatan mental mendorong minat mempelajari perilaku manusia, baik untuk profesi konselor maupun pengembangan sumber daya manusia (HR).

Pengamat pendidikan menilai terdapat tiga faktor utama yang mendorong perubahan preferensi tersebut. Pertama, fleksibilitas kerja melalui konsep work from anywhere dan pekerjaan berbasis proyek. Kedua, prospek karier yang dinilai lebih menjanjikan di perusahaan teknologi maupun startup. Ketiga, kesempatan menyalurkan kreativitas melalui pengembangan konten digital, desain, dan inovasi teknologi.

Fenomena ini menunjukkan orientasi pendidikan Generasi Z semakin bergeser dari sekadar mengejar gelar akademik menjadi investasi keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri digital. Perguruan tinggi pun dituntut terus menyesuaikan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan pasar kerja.