digoLIFE

Elon Musk: AI Bakal Lampaui Kecerdasan Manusia dalam Lima Tahun, Pekerjaan Bisa Jadi Opsional

Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 06.03 WIB
38 views
Elon Musk: AI Bakal Lampaui Kecerdasan Manusia dalam Lima Tahun, Pekerjaan Bisa Jadi Opsional

Bagikan artikel:

DigoID, - CEO Tesla, SpaceX, dan xAI Elon Musk memprediksi bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan melampaui total kecerdasan manusia dalam waktu sekitar lima tahun. Pandangan tersebut disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama The Economist di Gigafactory Texas, Amerika Serikat.

Dalam perbincangan tersebut, Musk memaparkan pandangannya mengenai masa depan AI, robotika, geopolitik, hingga perannya dalam berbagai isu global.

AI Akan Mengubah Cara Manusia Bekerja

Menurut Musk, perkembangan AI dan robot humanoid akan membawa perubahan besar terhadap kehidupan manusia. Ia memperkirakan sebagian besar pekerjaan pada akhirnya tidak lagi menjadi kebutuhan utama karena robot dan AI mampu memproduksi barang maupun menyediakan berbagai layanan dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Ia menggambarkan masa depan ketika masyarakat memiliki akses terhadap barang dan jasa dalam jumlah melimpah sehingga manusia dapat bekerja berdasarkan pilihan, bukan karena tuntutan ekonomi.

Meski demikian, Musk mengakui perkembangan AI juga membawa tantangan besar yang perlu diantisipasi secara serius.

Dorong Kolaborasi Demi Keamanan AI

Dalam wawancara tersebut, Musk mengusulkan agar perusahaan-perusahaan pengembang AI terkemuka membangun mekanisme kerja sama yang lebih terbuka.

Ia mengusulkan adanya pertemuan rutin antarperusahaan untuk membahas aspek keamanan AI, sekaligus memberikan kesempatan kepada pengembang lain menguji model terbaru sebelum diluncurkan ke publik.

Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengidentifikasi potensi risiko lebih awal dan mengurangi kemungkinan penyalahgunaan teknologi AI.

China Dinilai Punya Keunggulan

Musk juga menyoroti persaingan global dalam pengembangan AI. Ia menilai China memiliki peluang besar menjadi salah satu pemimpin dunia di bidang kecerdasan buatan.

Menurutnya, keunggulan tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan listrik yang besar, pembangunan pusat data yang masif, serta kapasitas komputasi yang terus berkembang untuk melatih model AI generasi terbaru.

Jelaskan Keputusan Soal Starlink di Ukraina

Dalam kesempatan itu, Musk kembali menjelaskan keputusannya membatasi akses layanan Starlink di wilayah yang diduduki Rusia selama konflik Ukraina.

Ia mengatakan pembatasan tersebut dilakukan agar jaringan satelit miliknya tidak digunakan untuk mendukung operasi militer yang berpotensi memperluas eskalasi konflik.

Musk menegaskan keputusan tersebut didasarkan pada pertimbangan pragmatis dengan harapan dapat mencegah konflik berkembang lebih jauh.

Singgung Politik Amerika Serikat

Selain membahas teknologi, Musk juga menyinggung keterlibatannya dalam dinamika politik Amerika Serikat.

Ia mengaku sering menjadi sasaran kritik dan pemberitaan media terkait pandangan politiknya. Menurut Musk, sejumlah narasi yang berkembang tidak selalu mencerminkan posisi yang sebenarnya.

Dalam wawancara tersebut, ia juga kembali menekankan pentingnya keamanan perbatasan, efisiensi belanja pemerintah, serta perlunya tata kelola negara yang lebih efektif.

Optimistis Teknologi Membawa Perubahan Besar

Menutup wawancara, Musk menyatakan optimistis bahwa AI akan menjadi salah satu teknologi paling berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia.

Meski membawa berbagai tantangan baru, ia meyakini kemajuan AI dan robotika berpotensi meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, serta membuka peluang bagi terciptanya kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan.