digoNEWS

Erwin Ngaku Tak Pernah Dilibatkan Bahas Program Kota Bandung, Berharap Kembali Sinergi dengan Farhan

Selasa, 7 Juli 2026 pukul 06.59 WIB
30 views
Erwin Ngaku Tak Pernah Dilibatkan Bahas Program Kota Bandung, Berharap Kembali Sinergi dengan Farhan

Bagikan artikel:

DigoID, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku selama menjabat belum pernah dilibatkan dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kota Bandung. Setelah persoalan hukum yang sempat menimpanya selesai, Erwin berharap bisa kembali bekerja berdampingan dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Pernyataan itu disampaikan Erwin di Balai Kota Bandung, Senin (6/7/2026). Ia mengungkapkan selama ini tidak pernah diajak membahas penyusunan APBD, perubahan anggaran, program kerja pemerintah, hingga rotasi dan mutasi pejabat.

"Saya terus terang saja, saya selama ini tidak pernah diajak oleh Wali Kota. Dari mulai pergeseran anggaran, anggaran perubahan, APBD, program kerja Kota Bandung, rotasi mutasi, saya belum pernah diajak," kata Erwin.

Menurutnya, rapat pimpinan yang baru-baru ini diikutinya menjadi kali pertama dirinya kembali hadir dalam forum bersama pimpinan. Namun, ia mengaku tidak ikut menyampaikan pendapat dalam rapat tersebut.

Erwin berharap persoalan yang sempat dihadapinya tidak lagi menjadi penghalang untuk membangun kerja sama dengan wali kota.

"Mudah-mudahan dengan beresnya ini saya bisa lagi sinergi dengan Bapak Wali Kota Bandung, bisa berbagi tugas. Tapi ya tergantung Pak Wali," ujarnya.

Erwin mengaku selama ini hanya menjalankan tugas sesuai kewenangan sebagai wakil wali kota. Karena tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan program strategis, ia mengaku tidak mengetahui sejauh mana realisasi janji politik pasangan kepala daerah yang mereka usung saat Pilkada.

"Saya ingin tahu apakah program dari janji politik kita berjalan sesuai RPJMD atau tidak. Saya juga ingin mengawal janji politik kepada masyarakat bisa berjalan," katanya.

Ia mengklaim sudah beberapa kali memberikan masukan terkait program pemerintahan. Namun, menurutnya, seluruh kewenangan tetap berada di tangan wali kota dan sekretaris daerah sehingga dirinya tidak pernah diajak berdiskusi mengenai arah kebijakan.

Selama ini, Erwin mengatakan lebih fokus menjalankan tugas yang diberikan, termasuk saat dipercaya memimpin Satuan Tugas Khusus (Satgasus) yang menangani penertiban minuman keras, reklame liar, hingga prostitusi. Kini, tugas tersebut telah dialihkan kepada Sekretaris Daerah.

Meski begitu, ia menegaskan tetap siap turun tangan apabila dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan di lapangan.

Soal hubungan dengan Farhan, Erwin mengaku komunikasi terakhir terjadi saat rapat pimpinan beberapa waktu lalu. Setelah itu, belum ada komunikasi lanjutan.

Ketika ditanya apakah hubungan keduanya sedang tidak harmonis, Erwin enggan berspekulasi.

"Saya tidak tahu, silakan wartawan yang menilai. Tapi saya sami'na wa atho'na kepada pimpinan. Apa pun keinginan pimpinan saya ikut," ucapnya.

Erwin berharap hubungan wali kota dan wakil wali kota kembali solid. Ia bahkan mengaku pernah mengingatkan Farhan mengenai pentingnya saling melengkapi dalam kepemimpinan.

"Saya sudah bilang ke Pak Wali, wali kota dan wakil itu harus saling melengkapi," katanya.

Farhan: Komunikasi Baik, Tinggal Telepon

Menanggapi pernyataan Erwin, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membantah adanya persoalan komunikasi antara dirinya dengan wakil wali kota.

"Baik-baik saja, nanti saya akan komunikasi dengan Pak Erwin," kata Farhan.

Menurut Farhan, berdasarkan laporan yang diterimanya, Erwin masih aktif bertemu organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Bandung serta tetap menghadiri sejumlah agenda pemerintahan.

Ia juga menjelaskan pembagian tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah mengacu pada ketentuan dalam Permendagri. Karena sejumlah program sudah berjalan, tugas yang diberikan kepada wakil wali kota disebut tidak sebanyak sebelumnya.

"Sejauh ini tugas yang diberikan memang tidak sebanyak dulu karena sebagian sudah berjalan dengan sendirinya," ujarnya.

Terkait pengakuan Erwin yang tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan anggaran, Farhan mengatakan proses penyusunan APBD masih berada di tingkat perangkat daerah. Dokumen baru akan masuk ke meja wali kota setelah seluruh pembahasan teknis selesai.

"Pembahasan masih di dinas. Saya juga belum tahu apa saja. Nanti setelah selesai baru masuk ke saya untuk persetujuan," kata Farhan.

Farhan menambahkan komunikasi dengan wakil wali kota tidak memiliki hambatan.

"Bisa kapan saja. Pak Wakil tinggal telepon," ujarnya.

Soal realisasi janji kampanye, Farhan menyebut persoalan pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, berbagai proposal pendukung sudah diajukan dan kini tinggal menunggu realisasi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.