digoNEWS

Begal Marak di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usul Aparat Bersenjata Jaga Titik Rawan

Rabu, 22 Juli 2026 pukul 06.52 WIB
49 views
Begal Marak di Bandung Raya, Dedi Mulyadi Usul Aparat Bersenjata Jaga Titik Rawan

Bagikan artikel:

DigoID, - Maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di Bandung Raya membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di wilayah yang dinilai rawan kriminalitas.

Dedi mengatakan, salah satu usulan yang dia sampaikan adalah menempatkan aparat bersenjata di titik-titik strategis. Langkah itu disebut sebagai respons atas keresahan warga yang belakangan ramai membicarakan kasus begal, perampokan, hingga aksi geng motor di media sosial.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," kata Dedi, Rabu (22/7/2026).

Menurut Dedi, kehadiran aparat di lokasi yang dianggap rawan diharapkan bisa menekan angka kejahatan sekaligus mengembalikan rasa aman masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga dini hari.

"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," ujarnya.

Pernyataan Dedi muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan di Bandung Raya. Sejumlah kasus pembegalan dan aksi kriminal jalanan dalam beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran, terutama di kalangan pekerja malam, mahasiswa, hingga pengguna kendaraan roda dua.

Selain mengandalkan aparat, Dedi meminta masyarakat ikut aktif menjaga lingkungan masing-masing. Ia mendorong patroli warga di tingkat RT dan RW untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," tuturnya.

Tak hanya begal, Dedi juga menyoroti ancaman keamanan lain yang masih sering terjadi di Jawa Barat, seperti geng motor dan tawuran.

"Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar orang tua. Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," katanya.

Hingga kini, belum ada rincian terkait lokasi mana saja yang akan menjadi prioritas penempatan aparat maupun kapan skema pengamanan tersebut mulai diterapkan. Namun, pernyataan Dedi menjadi sinyal bahwa isu keamanan jalanan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan kepolisian.