digoNEWS

24 Penumpang KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Ungkap Puluhan Nama Tak Ada di Manifes

Jumat, 17 Juli 2026 pukul 07.30 WIB
53 views
24 Penumpang KM Nurul Salsa Masih Hilang, Basarnas Ungkap Puluhan Nama Tak Ada di Manifes

Bagikan artikel:

DigoID, - Pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih berlangsung. Hingga Kamis (16/7/2026) sore, 24 orang dilaporkan belum ditemukan, sementara fakta baru mengungkap adanya puluhan penumpang yang tidak tercatat dalam manifes resmi kapal.

Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan, data manifes yang dimiliki pihak pelabuhan hanya mencatat 45 orang. Namun, hasil pendataan di lapangan menunjukkan sedikitnya 21 penumpang lain tidak masuk daftar, ditambah delapan anak buah kapal (ABK).

"Tim SAR gabungan sampai sore hari ini masih melaksanakan pencarian ke-24 orang tersebut," kata Arif dalam program Metro Hari Ini, Kamis (16/7/2026).

Hingga proses pendataan di Pelabuhan Benteng selesai dilakukan sore hari, total 50 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya selamat.

Temuan penumpang di luar manifes kembali menyoroti persoalan keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan. Ketidaksesuaian data membuat proses identifikasi korban dan pencarian menjadi lebih rumit di tengah operasi SAR yang berpacu dengan waktu.

KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar. Insiden bermula ketika kapal mengalami mati mesin pada pukul 11.10 WITA di tengah cuaca buruk.

Menurut Arif, kru kapal sempat berupaya memperbaiki kerusakan secara mandiri dan tidak langsung meminta bantuan.

"Sempat diupayakan perbaikan, namun hingga sore hari mesin tidak kunjung bagus. Akhirnya pada pukul 16.43 WITA, kami baru menerima informasi dari keluarga korban untuk meminta bantuan evakuasi. Cuaca di lapangan ombaknya tinggi karena angin cukup kencang," ujarnya.

Lokasi kapal berada sekitar 42 nautical mile dari Pelabuhan Benteng, atau sekitar 78 kilometer dari daratan. Jarak yang cukup jauh, ditambah gelombang tinggi dan angin kencang, menjadi tantangan utama tim penyelamat.

Basarnas mengerahkan personel Pos SAR Selayar menggunakan kapal nelayan KLM Harapan Kita. Di saat yang sama, Lantamal Makassar menurunkan kapal perang TNI AL untuk menyisir area pencarian sejak Kamis dini hari.

Operasi juga diperkuat dari udara. TNI AU menerbangkan pesawat Boeing Intai dari Lanud Sultan Hasanuddin yang dilengkapi kamera jarak jauh untuk membantu mendeteksi keberadaan korban di tengah hamparan laut.

"Kami berkoordinasi dengan pihak Lanud Sultan Hasanuddin. TNI AU telah memberangkatkan satu pesawat Boeing Intai yang memiliki kamera zoom jarak jauh untuk melakukan pencarian dari udara," kata Arif.

Selain itu, Basarnas memberangkatkan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya dari Makassar guna mempercepat evakuasi dan memperluas area pencarian.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih menyisir perairan barat Pulau Polassi. Fokus utama operasi adalah menemukan 24 korban yang belum diketahui keberadaannya, di tengah pertanyaan besar soal mengapa puluhan penumpang bisa berlayar tanpa tercatat dalam manifes resmi kapal.