digoNEWS

Remaja 17 Tahun Terseret Ombak Saat Swafoto di Apparalang, Ditemukan Meninggal

Senin, 8 Juni 2026 pukul 16.29 WIB
25 views
Remaja 17 Tahun Terseret Ombak Saat Swafoto di Apparalang, Ditemukan Meninggal

Bagikan artikel:

DigoID — Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun, Elmi Febrianti, ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak di kawasan wisata tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu (7/6/2026).

Korban yang merupakan warga Lingkungan Bontobeang, Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, sebelumnya dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat berada di salah satu titik swafoto di kawasan tebing Apparalang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Elmi datang ke lokasi wisata bersama keluarganya. Saat berada di pinggiran tebing untuk berfoto, korban tiba-tiba dihantam ombak besar hingga terjatuh ke laut.

Sejumlah saksi menyebut korban sempat terlihat berusaha bertahan di permukaan air sambil melambaikan tangan meminta pertolongan. Namun derasnya arus laut dan kondisi tebing yang curam membuat warga maupun pengunjung tidak dapat segera melakukan evakuasi.

Kepanikan yang terjadi di lokasi juga membuat fasilitas pelampung yang tersedia tidak sempat digunakan untuk membantu penyelamatan korban.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bulukumba, relawan, serta unsur terkait langsung melakukan operasi pencarian setelah menerima laporan kejadian. Petugas menyisir perairan sekitar lokasi menggunakan perahu karet untuk mencari korban yang hanyut terbawa arus.

Proses pencarian berlangsung selama beberapa jam dan sempat terkendala gelombang laut yang cukup besar. Kondisi tersebut menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.

Korban akhirnya ditemukan oleh tim pencarian pada hari yang sama. Informasi penemuan korban pertama kali diketahui melalui unggahan media sosial anggota DPRD Bulukumba, Kaspul BJ, yang berada di lokasi selama proses pencarian.

"Alhamdulillah, korban sudah ditemukan," tulis Kaspul dalam unggahannya yang disertai dokumentasi proses evakuasi.

Dalam dokumentasi yang beredar, sejumlah personel SAR terlihat mengangkat kantong jenazah dari lokasi penemuan. Petugas gabungan kemudian melakukan proses evakuasi sebelum korban dibawa untuk penanganan lebih lanjut.