Mitos Burung Mati di Kawah Putih Terbongkar, Ilmuwan Jerman Ungkap Fakta di Baliknya

Bagikan artikel:
DigoID, – Selama ratusan tahun, warga sekitar Gunung Patuha meyakini setiap burung yang nekat melintas di atas Kawah Putih akan mati. Cerita itu membuat kawasan tersebut dikenal angker dan nyaris tak tersentuh manusia. Namun, anggapan itu akhirnya dipatahkan oleh seorang ilmuwan asal Jerman lewat penelitian ilmiah pada abad ke-19.
Kawah Putih yang kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Bandung Selatan ternyata menyimpan sejarah panjang yang dibalut mitos.
Sebelum ramai dikunjungi wisatawan, kawasan di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut itu dianggap sebagai tempat terlarang. Warga percaya tidak ada makhluk hidup yang mampu melintasi kawah tersebut dengan selamat.
Cerita yang paling terkenal adalah burung-burung selalu menghindari kawasan itu. Bahkan, burung yang nekat terbang di atas kawah diyakini akan mati. Kepercayaan tersebut diwariskan turun-temurun hingga membuat masyarakat enggan mendekati lokasi.
Situasi itu berubah pada 1837 ketika ilmuwan asal Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn, memutuskan meneliti langsung kawasan yang dikenal angker tersebut.
Junghuhn, yang dikenal sebagai naturalis, geolog, botanikus, sekaligus dokter pada masa Hindia Belanda, tidak mempercayai cerita mistis begitu saja. Ia memilih membuktikannya melalui ekspedisi ilmiah.
Setelah berhasil mencapai lokasi, Junghuhn justru menemukan pemandangan yang jauh dari cerita menyeramkan.
Di hadapannya terbentang sebuah kawah dengan air berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi endapan kapur putih. Namun, satu hal yang paling mencolok adalah aroma belerang yang sangat menyengat.
Dari temuan itu, Junghuhn menyimpulkan penyebab burung menghindari kawasan tersebut bukan karena kekuatan gaib, melainkan tingginya konsentrasi gas belerang yang keluar dari kawah.
Gas tersebut membuat burung memilih mengubah jalur terbangnya. Dalam kondisi tertentu, paparan gas vulkanik memang dapat membahayakan makhluk hidup, sehingga kawasan itu secara alami dihindari satwa.
Penjelasan ilmiah itu perlahan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap mitos yang selama ini berkembang. Kawasan yang dulu dianggap angker kemudian dikenal dengan nama Kawah Putih dan mulai menarik perhatian banyak orang karena keindahan alamnya.
Saat ini, Kawah Putih menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bandung. Danau kawah yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha sekitar abad ke-10 itu menawarkan panorama eksotis dengan suhu udara berkisar 8 hingga 22 derajat Celsius, menjadikannya salah satu tujuan wisata alam paling populer di Jawa Barat.
Kisah Kawah Putih pun menjadi contoh bagaimana mitos yang bertahan selama ratusan tahun akhirnya dapat dijelaskan melalui penelitian dan ilmu pengetahuan, tanpa mengurangi daya tarik sejarah maupun pesona alam yang dimiliki kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






