digoNEWS

Masuk Semester II 2026, Bupati Bandung Ultimatum ASN: Jangan Ada Program Mandek dan Layanan Lamban

Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.06 WIB
40 views
Masuk Semester II 2026, Bupati Bandung Ultimatum ASN: Jangan Ada Program Mandek dan Layanan Lamban

Bagikan artikel:

DigoID, - Memasuki paruh kedua tahun 2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna memberi peringatan keras kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung. Ia meminta tidak ada lagi program pembangunan yang tersendat dan pelayanan publik yang lamban karena lemahnya koordinasi.

Pesan itu disampaikan Dadang Supriatna saat memimpin Apel Pagi ASN Juli 2026 di Lapangan Upakarti, Soreang, Senin (6/7/2026), yang diikuti ribuan ASN.

Menurut Dadang, enam bulan pertama tahun ini sudah berlalu sehingga sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal agar setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Memasuki bulan Juli ini, kita telah menyelesaikan setengah perjalanan tahun 2026. Setengah tahun ke depan harus kita maksimalkan agar setiap program dan kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Dadang.

Ia menegaskan, apel bulanan tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa ASN memiliki tanggung jawab utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik, Dadang meminta seluruh perangkat daerah menghadirkan layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

"Kerja-kerja kita harus diniatkan sebagai ibadah. Dengan niat yang tulus dan ikhlas, saya yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal," ujarnya.

Selain menyoroti kualitas pelayanan, Dadang juga mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar memperkuat koordinasi. Menurutnya, persoalan komunikasi antarlembaga tidak boleh lagi menjadi alasan terhambatnya pelaksanaan program pembangunan.

"Saya tidak ingin memasuki semester kedua ini masih ada program yang tersendat hanya karena persoalan koordinasi. Semua harus bergerak bersama agar target pembangunan dapat tercapai," tegasnya.

Tak hanya soal kinerja, Dadang turut menyinggung persoalan disiplin dan integritas ASN. Ia mengaku masih menerima laporan adanya oknum ASN, khususnya di sektor pelayanan kesehatan, yang diduga menyebarkan hal-hal yang tidak pantas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dadang langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung melakukan evaluasi terhadap ASN yang bersangkutan. Bila diperlukan, asesmen psikologis juga akan dilakukan untuk memastikan pegawai mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai nilai-nilai BerAKHLAK.

Di sisi lain, Dadang mengingatkan para ASN agar tidak mengabaikan peran dalam keluarga. Mengacu pada tema Hari Keluarga Nasional 2026, "Ayah Harus Hadir", ia mengajak para pegawai tetap meluangkan waktu bagi keluarga meski memiliki tanggung jawab pekerjaan yang padat.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi prestasi Kabupaten Bandung yang berhasil meraih Juara III Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Jawa Barat melalui Desa Citaman, Kecamatan Nagreg.

Apel ASN Juli 2026 menjadi penanda dimulainya evaluasi sekaligus percepatan kinerja pemerintah daerah pada semester kedua. Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun, Pemkab Bandung menargetkan seluruh program berjalan sesuai rencana tanpa lagi terhambat koordinasi maupun persoalan disiplin aparatur.