Kemarau Diprediksi Hingga November, Ini Langkah Pemkab Bandung Antisipasi Krisis Air

Bagikan artikel:
DigoID, - Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan pemasangan toren air, distribusi bantuan air bersih, hingga penyediaan pompa untuk lahan pertanian guna menghadapi ancaman kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Langkah itu dilakukan setelah 27 dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung masuk dalam status siaga darurat kekeringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 51 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di bawah normal pada Juni 2026. Kondisi itu diprediksi memburuk dalam beberapa bulan ke depan. Hingga November mendatang, sebanyak 64 persen wilayah Indonesia diperkirakan masih mengalami hujan di bawah normal akibat pengaruh El Nino.
Di Kabupaten Bandung, dampaknya mulai terlihat. BMKG bahkan memprediksi sejumlah wilayah, seperti Cileunyi, belum memenuhi kriteria memasuki musim hujan hingga Oktober. Hujan diperkirakan baru datang pada November.
Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Juni 2026. Berbagai langkah mitigasi mulai disiapkan untuk mengantisipasi krisis air yang berpotensi meluas.
“Dari 31 kecamatan, ada 27 kecamatan yang terdampak siaga darurat kekeringan. Dua bulan lalu kami sudah rapat koordinasi dengan seluruh instansi, termasuk PDAM, untuk menghadapi kekeringan berkepanjangan akibat El Nino,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna, Sabtu (18/7/2026).
Dadang mengatakan BPBD diminta memetakan titik-titik rawan dan memastikan distribusi bantuan air berjalan tepat sasaran. Sementara itu, PDAM diinstruksikan memasang toren atau tangki air di setiap kecamatan, terutama di wilayah yang menjadi titik prioritas.
“PDAM akan memasang toren di masing-masing kecamatan atau di titik-titik yang paling membutuhkan agar distribusi air bisa lebih cepat,” ujarnya.
Ancaman kemarau panjang juga menghantui sektor pertanian. Pemkab Bandung mengusulkan normalisasi 117 dari total 547 daerah irigasi (DI) kepada pemerintah pusat. Titik-titik tersebut diprioritaskan karena berada di sekitar aliran Sungai Citarum.
Selain itu, Dinas Pertanian diminta menyiapkan pompa air untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian yang sedang memasuki masa tanam maupun panen.
“Jangan sampai terjadi gagal panen. Kami dorong penyediaan pompa agar sawah yang akan tanam maupun panen tidak kehabisan air,” kata Dadang.
Ia menambahkan, sejumlah titik irigasi prioritas nantinya akan memanfaatkan sumber air dari Sungai Citarum melalui sistem pemompaan. Langkah itu diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman kemarau yang diprediksi lebih kering dan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pemkab Bandung juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan air. Dengan musim hujan yang diperkirakan mundur hingga November, penghematan air dinilai menjadi kunci untuk mencegah krisis yang lebih parah.
“Manfaatkan air sebaik mungkin. Jangan sampai menghambur-hamburkan air karena kebutuhan pokok untuk minum jangan sampai terganggu,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






