Kepuasan Publik Polresta Bandung Capai 85 Persen, Penyelesaian Perkara Tembus 90 Persen

Bagikan artikel:
DigoID, — Polresta Bandung mencatat tingkat kepuasan masyarakat sebesar 85,12 persen sepanjang periode Januari-Agustus 2026. Pada periode yang sama, tingkat rasa aman masyarakat terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) mencapai 87 persen.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu gambaran respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam hal akses pengaduan dan penanganan perkara.
Menurut Aldi, tingkat apresiasi masyarakat terhadap layanan pengaduan Lapor Pak Kapolresta Bandung juga tercatat tinggi, yakni sekitar 92,85 persen.
“Artinya masyarakat hari ini dengan adanya program 110 dan kita kuatkan dengan Lapor Pak Kapolres, ini merasa bahwa hari ini begitu mudah ketika akan melapor ke kepolisian,” kata Aldi di sela-sela serah terima jabatan Wakapolresta Bandung dan Kasatlantas, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan layanan 110 dan Lapor Pak Kapolresta menjadi salah satu saluran yang digunakan untuk mempercepat respons terhadap laporan maupun aduan masyarakat.
“Khususnya di Polresta Bandung, di mana 110 dan Lapor Pak Kapolres sangat efektif untuk merespons semua aduan masyarakat,” ujarnya.
Selain aspek pelayanan publik, Aldi menyebut kinerja penyelesaian perkara juga menjadi indikator lain yang dicatat Polresta Bandung. Berdasarkan evaluasi dan analisis (anev) Polda Jawa Barat, tingkat penyelesaian perkara di Polresta Bandung selama Januari hingga Agustus 2026 berada di atas 90 persen.
“Ini bisa terlihat juga dari anev Polda Jawa Barat, bahwa penyelesaian perkara dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2026 ini Polresta Bandung menyelesaikan di atas 90 persen,” kata dia.
Capaian tersebut, lanjut Aldi, tidak hanya ditopang penanganan perkara setelah terjadi tindak pidana. Polresta Bandung juga meningkatkan kegiatan pencegahan dan pendekatan kepada masyarakat melalui sejumlah program kepolisian.
Di antaranya kegiatan preemtif SAMBA, program Polisi Goes to School, serta peningkatan patroli di berbagai wilayah.
Aldi menyebut rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Kemudian, ini juga tergambar dari kegiatan-kegiatan preemtif, seperti SAMBA, kemudian program-program Polisi Goes to School, kemudian patroli semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menilai capaian pelayanan, rasa aman, respons pengaduan, penyelesaian perkara, hingga kegiatan pencegahan tersebut menjadi gambaran kinerja Polresta Bandung selama delapan bulan pertama 2026.
“Ini adalah potret kerja Polresta Bandung yang alhamdulillah hari ini sangat dirasakan oleh masyarakat,” kata Aldi.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






