digoLIFE

Harga Kebutuhan Pokok Naik, Gen Z dan Milenial Pangkas Nongkrong demi Bertahan

Kamis, 2 Juli 2026 pukul 12.00 WIB
17 views
Harga Kebutuhan Pokok Naik, Gen Z dan Milenial Pangkas Nongkrong demi Bertahan

Bagikan artikel:

DigoID, - Kenaikan harga kebutuhan pokok membuat banyak kalangan muda mengubah cara mengatur keuangan. Gen Z dan milenial kini lebih memilih hidup hemat, memasak sendiri di rumah, hingga mengurangi kebiasaan nongkrong atau ngopi di kafe untuk menjaga kondisi finansial tetap aman.

Perubahan pola konsumsi ini menjadi respons atas biaya hidup yang terus meningkat. Pengeluaran yang sebelumnya dialokasikan untuk hiburan mulai dialihkan ke kebutuhan pokok seperti makanan, tagihan listrik, transportasi, dan biaya tempat tinggal.

Salah satu strategi yang paling banyak diterapkan adalah frugal living atau gaya hidup hemat. Bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi lebih fokus mengatur uang agar kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan di masa depan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menyusun anggaran secara lebih disiplin. Pengeluaran wajib dipisahkan dari pengeluaran yang bersifat keinginan sehingga belanja tidak melewati batas kemampuan.

"Kami sekarang lebih sering cek pengeluaran harian. Kalau masih bisa masak di rumah, ya tidak perlu beli makanan di luar," kata Dinda (25), pekerja swasta di Jakarta.

Kebiasaan memasak sendiri juga semakin banyak dipilih karena dinilai mampu memangkas pengeluaran harian secara signifikan. Selain lebih murah, menu makanan juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan sehingga lebih efisien dibandingkan membeli makanan siap saji atau menggunakan layanan pesan antar.

Di sisi lain, teknologi menjadi senjata baru untuk menghemat pengeluaran. Berbagai aplikasi belanja dimanfaatkan untuk membandingkan harga, mencari cashback, berburu kode promo, hingga memanfaatkan program gratis ongkos kirim sebelum memutuskan membeli barang.

Tak sedikit pula yang mulai mengurangi belanja impulsif yang sering dipicu promosi di media sosial. Barang yang tidak termasuk kebutuhan utama kini lebih sering ditunda pembeliannya agar anggaran tetap terkendali.

Selain menekan pengeluaran, sebagian anak muda juga memilih meningkatkan pemasukan. Pekerjaan lepas, menjadi kreator konten, membuka toko online, hingga menjalankan usaha kecil-kecilan menjadi alternatif untuk menambah pendapatan di tengah naiknya biaya hidup.

"Daripada uang habis buat nongkrong setiap akhir pekan, sekarang lebih baik dipakai modal jualan online atau ditabung," ujar Rizky (27), pekerja freelance di Bandung.

Pengamat ekonomi menilai perubahan perilaku konsumsi generasi muda menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan keuangan. Meski daya beli untuk kebutuhan sekunder menurun, kebiasaan menyusun anggaran, menghindari belanja impulsif, dan mencari sumber penghasilan tambahan dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan rumah tangga di tengah tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.