digoLIFE

Tren Fashion Musim Panas Gen Z: Baggy, Nyaman, dan Tetap Estetik

Rabu, 17 Juni 2026 pukul 12.00 WIB
6 views
Tren Fashion Musim Panas Gen Z: Baggy, Nyaman, dan Tetap Estetik

Bagikan artikel:

DigoID, - Gaya berpakaian Gen Z saat musim panas bergeser dari sekadar tampil modis menjadi soal kenyamanan tanpa kehilangan identitas. Siluet longgar, bahan yang mudah menyerap keringat, hingga sentuhan gaya era 2000-an kini mendominasi pilihan outfit anak muda.

Tren fashion musim panas tahun ini banyak dipengaruhi perpaduan gaya Y2K dan streetwear. Kombinasi celana baggy, atasan terbuka, serta aksesori bernuansa vintage menjadi tampilan yang paling sering dijumpai di media sosial maupun ruang publik.

Di tengah cuaca panas, Gen Z cenderung memilih pakaian yang "bernapas". Faktor fungsional seperti sirkulasi udara dan kebebasan bergerak menjadi pertimbangan utama sebelum membeli atau memadupadankan busana.

Untuk atasan, crop top dan tank top masih menjadi andalan. Model baby tee, halter neck, hingga corset top banyak dipilih karena dinilai praktis sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai jenis bawahan.

Namun, berbeda dengan tren beberapa tahun lalu yang identik dengan pakaian ketat, Gen Z kini lebih menyukai kontras siluet. Atasan berpotongan pas di badan dipadukan dengan bawahan yang lebih longgar.

Celana cargo low-rise dan loose denim menjadi dua item yang paling diminati. Selain memberi ruang gerak lebih luas, model ini dianggap cocok untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari nongkrong, kuliah, hingga menghadiri festival musik.

Bukan hanya celana, rok dengan potongan mengembang seperti balloon skirt juga mulai banyak digunakan. Item ini menjadi alternatif bagi mereka yang ingin tampil feminin tanpa mengorbankan kenyamanan.

Bagi yang ingin tampil lebih rapi, kemeja linen menjadi pilihan aman. Bahan yang ringan membuatnya nyaman dipakai saat cuaca terik. Sementara itu, kaus oversized tetap bertahan sebagai salah satu favorit karena mudah dipadukan dengan berbagai gaya.

Tak sedikit pula yang mengenakan kemeja oversized sebagai outerwear dengan dalaman berupa tank top atau kaus tanpa lengan. Formula sederhana ini dianggap mampu menciptakan kesan santai sekaligus trendi.

Dari sisi aksesori, tren musim panas tahun ini juga mengarah pada item yang fungsional. Kacamata hitam berbingkai tebal, bucket hat, serta tas selempang berukuran kecil menjadi pelengkap yang banyak dipilih.

Menariknya, tas rajut bergaya handmade juga mulai mendapat tempat. Selain memberi sentuhan personal, aksesori ini dianggap selaras dengan meningkatnya minat anak muda terhadap produk lokal dan konsep keberlanjutan.

Pilihan warna pun berubah. Jika sebelumnya warna-warna mencolok mendominasi, kini Gen Z lebih banyak mengadopsi warna bumi yang lembut dan nuansa pastel. Kesan tenang dan mudah dipadukan menjadi alasan utama.

Dari segi material, katun tipis menjadi bahan yang paling dicari karena mampu menyerap keringat dengan baik. Sementara untuk denim, anak muda lebih memilih jenis yang tidak terlalu tebal agar tetap nyaman digunakan dalam cuaca panas.

Untuk alas kaki, kenyamanan kembali menjadi kata kunci. Sandal model clogs, sepatu kets retro, hingga sandal strap banyak dipilih karena dinilai fleksibel untuk berbagai aktivitas.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tren fashion Gen Z tidak lagi sekadar mengikuti estetika media sosial. Ada pergeseran menuju gaya berpakaian yang lebih realistis, adaptif terhadap cuaca, dan sesuai kebutuhan mobilitas tinggi.

Musim panas tahun ini membuktikan satu hal: tampil keren tidak harus ribet. Bagi Gen Z, outfit terbaik adalah yang bisa dipakai seharian tanpa membuat gerah, tetap nyaman saat bergerak, dan tentu saja tetap layak masuk feed Instagram.