digoSPORT

Persib Vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung untuk Pertahankan Puncak Grup E ACL Two

Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB
34 views
Persib Vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung untuk Pertahankan Puncak Grup E ACL Two

Bagikan artikel:

DigoID, – Persib Bandung menghadapi ujian penting saat menjamu wakil Australia, Melbourne Victory, pada matchday ketiga Grup E AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu (28/10/2026). Maung Bandung memburu kemenangan demi mempertahankan posisi puncak klasemen sekaligus menjaga tren positif di kompetisi Asia.

Persib saat ini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Namun, pelatih Persib, Igor Tolic, mengingatkan timnya agar tidak terlena dengan hasil tersebut. Ia menilai persaingan di Grup E masih sangat ketat dan setiap lawan memiliki kualitas yang patut diwaspadai.

Tolic bahkan menyebut Persib masih berada dalam posisi underdog dibandingkan para pesaingnya di grup tersebut, meski mampu menyapu bersih dua laga awal dengan kemenangan.

“Ketika hasil undian keluar, kami berpikir ini grup yang sangat sulit. Ada tiga tim yang memiliki peringkat lebih baik daripada kami dan, menurut saya, bermain di liga yang lebih baik jika melihat klasemennya,” kata Tolic dalam konferensi pers menjelang pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (27/10/2026).

Menurut pelatih asal Kroasia itu, dua kemenangan awal tidak mengubah pandangan Persib terhadap kekuatan lawan. Karena itu, timnya memilih tetap realistis dan fokus menghadapi pertandingan satu demi satu.

“Tim-tim yang kami hadapi tetap tangguh. Kami masih berstatus underdog dan bukan favorit ketika menghadapi tim mana pun di grup ini. Kami hanya bisa melakukan yang terbaik, kemudian pada akhirnya kita akan melihat hasilnya,” ujarnya.

Pertandingan melawan Melbourne Victory menjadi kesempatan bagi Persib untuk memperkuat posisi di puncak klasemen. Namun, kegagalan meraih poin maksimal bisa membuat persaingan di Grup E semakin terbuka.

Di sisi lain, Melbourne Victory datang dengan persiapan untuk meredam permainan tuan rumah. Pelatih Giovanni Savarese mengakui Persib memiliki kualitas yang membuat pertandingan di Si Jalak Harupat tidak akan berjalan mudah.

“Kami tahu bahwa bermain di kandang lawan selalu sulit. Persib adalah tim yang bagus. Kami sudah melihat bagaimana mereka bermain dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya dan tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat,” kata Savarese.

Meski demikian, ia memastikan timnya tidak datang sekadar untuk bertahan. Melbourne Victory ingin tampil kompetitif dan menjalankan strategi yang telah disiapkan.

“Kami telah melakukan persiapan dengan baik. Para pemain kami sudah siap dan kami siap untuk menghadapi mereka,” ujarnya.

Savarese juga tidak menganggap ancaman Persib hanya berasal dari pemain tertentu. Menurut dia, kekuatan Maung Bandung perlu diantisipasi sebagai sebuah tim, mengingat kualitas pemain dan pola permainan yang telah dipelajari sebelum pertandingan.

Pendekatan tersebut membuat Melbourne Victory harus mewaspadai permainan kolektif Persib, bukan hanya terpaku pada satu atau dua pemain kunci.

Selain taktik, kebugaran pemain menjadi perhatian kedua tim. Padatnya jadwal kompetisi membuat rotasi skuad berpotensi berperan penting dalam menjaga intensitas permainan sepanjang laga.

Savarese menilai kedua tim perlu memaksimalkan kedalaman skuad agar tetap mampu bersaing hingga pertandingan berakhir.

“Saya yakin kedua tim akan melakukan rotasi pemain dengan tepat agar bisa tetap bersaing. Kami datang ke sini untuk menjalani pertandingan yang bagus dan memanfaatkan seluruh pemain yang kami miliki dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Bagi Persib, laga kandang ini bukan sekadar soal menambah tiga poin. Konsistensi permainan, disiplin bertahan, dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang akan menjadi faktor penting untuk menjaga posisi mereka di Grup E.

Dukungan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat juga diharapkan menambah motivasi para pemain. Persib kini memiliki modal enam poin, tetapi tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa hasil positif pada dua laga pertama bisa berlanjut ketika menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih kompetitif.