digoNEWS

Normalisasi Saluran dan Kolam Retensi Dikebut, Pemkab Bandung Fokus Tangani Banjir Tegalluar

Selasa, 9 Juni 2026 pukul 20.59 WIB
20 views
Normalisasi Saluran dan Kolam Retensi Dikebut, Pemkab Bandung Fokus Tangani Banjir Tegalluar

Bagikan artikel:

DigoID, – Pemerintah Kabupaten Bandung mengklaim telah mengamankan sekitar 50 persen kebutuhan lahan untuk pembangunan kolam retensi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, sebagai bagian dari upaya mengatasi banjir yang berulang terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Desa Tegalluar, Galih Hendrawan, mengatakan kebutuhan lahan untuk pembangunan kolam retensi mencapai 13 hektare. Hingga kini, lahan seluas sekitar 6 hingga 6,5 hektare telah masuk dalam tahap kesiapan setelah adanya komunikasi intensif dengan sejumlah perusahaan.

"Kurang lebih sudah 6 sampai 6,5 hektare. Artinya sekitar 50 persen lahan sudah siap untuk pelaksanaan pembangunan dari total kebutuhan 13 hektare," kata Galih.

Menurut dia, pemerintah desa bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung, Satpol PP, serta Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan rapat dan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan pemilik lahan.

Dari hasil komunikasi tersebut, PT Cahaya Sumerezeki menyatakan kesediaannya menyediakan lahan sekitar 2,8 hektare. Sementara PT Citra Santoso Jayatama juga siap menyerahkan lahan seluas kurang lebih 1,8 hektare.

"Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan bersama. Beberapa perusahaan juga terus kami bangun komunikasinya agar kebutuhan lahan ini bisa segera terpenuhi," ujarnya.

Galih menambahkan, pembahasan masih dilakukan dengan perusahaan lain, termasuk PT Gede Unggul. Pemkab Bandung berharap keseluruhan kebutuhan lahan dapat segera tersedia sehingga pembangunan kolam retensi bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Namun, proses tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah perusahaan mengusulkan agar kolam retensi dibangun di lokasi yang mereka tawarkan. Usulan itu harus dikaji lebih lanjut karena pemerintah telah menetapkan lokasi berdasarkan dokumen perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

"RDTR sudah ada, kemudian FS dan DED juga sudah disiapkan. Jadi itu menjadi salah satu kendala yang harus diselesaikan melalui komunikasi," kata Galih.

Di sisi lain, Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung, Ben Indra Agusta, menyebut penanganan banjir di Tegalluar tidak hanya mengandalkan pembangunan kolam retensi. Pemerintah juga akan melakukan normalisasi saluran air dengan memperlebar badan sungai dari empat meter menjadi delapan meter.

"Program di Tegalluar itu ada pelebaran saluran dari empat meter menjadi delapan meter, kemudian pembangunan kolam retensi untuk mengatasi banjir," ujar Ben.

Ia mengatakan proses pemenuhan kewajiban dari pihak terkait tengah dipercepat agar pekerjaan teknis dapat segera dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

"Kita akan melakukan proses pengambilan kewajiban, setelah itu DED diserahkan ke PU untuk langsung dilakukan pengerukan," katanya.

Ben menargetkan pekerjaan normalisasi saluran dapat dimulai dalam waktu dekat. Menurut dia, langkah tersebut mendesak dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung dan aliran air di kawasan rawan banjir.

"Kalau untuk sungai atau saluran, kemungkinan dalam minggu-minggu ini sudah bisa dilakukan karena pelebaran badan sungai itu penting," ujarnya.

Selain di Tegalluar, pemerintah daerah juga memprioritaskan peninggian Jalan Provinsi di kawasan Sapan yang kerap terendam saat hujan deras. Rencana peninggian jalan tersebut mencapai sekitar satu meter.

Upaya percepatan pembangunan kolam retensi, normalisasi saluran, dan peninggian jalan diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah timur Kabupaten Bandung yang selama ini menjadi langganan genangan saat musim hujan.